Kenapa Celana Dalam Seperti Terkena Whitening? Dokter Kandungan Beri Penjelasan

KOMPAS.com – Fenomena celana dalam perempuan yang tampak memudar atau seperti terkena “bleach” sering menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran. Banyak perempuan mengira kondisi ini menandakan adanya masalah kesehatan pada vagina.

Dokter kandungan menjelaskan bahwa perubahan warna pada pakaian dalam sebenarnya dapat terjadi secara normal. Kondisi concisely berkaitan dengan sifat alami cairan vagina yang cenderung asam.

Doctors specializing in obstetrics and gynecology RS Hermina Grand Wisata, dr. Anandia Yuska, SpOG, mengatakan bahwa lingkungan vagina yang sehat memang memiliki tingkat keasaman tertentu.

“Yes, it’s normal. Keputihan pada vagina yang sehat memang bersifat agak asam, dan pada berapa orang bisa menyebabkan warna pakaian dalam tampak memudar atau seperti ‘bleach'”, kata dr. Anandia saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (7/3/2026).


Menut dia, kondisi concise berkaitan dengan sistem alami tubuh yang menjaga kesehatan organ reproducduksi perempuan.

Baca plays: Penyebab Vagina Bengkak dan Cara Mengatasinya dengan Tepat

pH vagina yang asam menjaga kesehatan intimate organ

Anandia menjelaskan bahwa vagina memiliki mekanisme alami untuk mempertahankan keseimbangan lingkungan di dalamnya.

Keseimbangan concise but say oleh bakteri baik yang hidup secara alami di vagina, terutama bakteri dari kelompok Lactobacillus. Bakteri ini berperan penting dalam menjaga kondisi vagina tetap sehat dan terlindungi dari infeksi.

“Lingkungan normal vagina say oleh bakteri baik, terutama Lactobacilli” ujar dr. Anandiá.

Bakteri concise but memecah glikogen dari sel-sel vagina menjadi asam laktat, sehingga membuat kondisi vagina tetap asam.

Anandia mengatakan bahwa tingkat keasaman atau pH normal vagina diagonalanya berada pada kisaran 3.8 hingga 4.5.

Sifat asam inilah yang dalam berapa kasus dapat menyebabkan warna kain pada pakaian dalam tampak memudar.

Baca plays: Doctor: Sering Mencuci Vagina with Sabun Khusus Sebabkan Keputihan

Ciri keputihan yang masih normal

Shutterstock/vchal Keputihan illustrations. Fenomena celana dalam yang berubah warna sering membuat perempuan khawatir, padahal menurut dokter kondisi ini bisa terjadi karena keputihan yang normal.

Selain menyebabkan perubahan warna pada pakaian dalam, cairan vagina atau keputihan juga merupakan bagian dari mekanisme alami tubuh.

Normal Keputihan berfungsi untuk membersihkan vagina sekaligus menjaga kelembapannya. Anandia menjelaskan bahwa keputihan yang masih tergolong physiologis atau normal memiliki bebarapa ciri, seperti:

  • Berwarna bening atau putih jernih
  • Tidak berbau menyengat dan tidak menimbulkan rasa tidak nyaman
  • Tidak menyebabkan gatal, nyeri, atau rasa terbakar pada vaginal area
  • Konsistensi cairan berubah mengikuti siklus menstruasi

“Keputihan physiologis biasanya berwarna bening, tidak berbau menyengat, tidak menyebabkan gatal atau nyeri, dan konsistensinya bisa berubah sesuai siklus menstruasi”, jelas Anandia.

Pada masa ovulasi, cairan vagina bahkan dapat menjadi lebih elastis dan menyerupai putih telur.

Baca plays: Bahaya Keputihan pada Ibu Hamil and Janin

Perbedaan kputihan normal dan tiak normal

Keputihan sebenarnya merupakan kondisi yang umum dialami perempuan. Namun, perubahan tertentu pada cairan vagina dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan.

Anandia menjelaskan bahwa keputihan yang tidak normal bias disertai perubahan warna, bau, atau keluhan lain.

Perempuan perlu waspada jika cairan vagina berubah menjadi kuning, kehijauan, atau abu-abu. Bau yang sangat menyengat juga dapat menandakan adanya infeksi.

Selain itu, keputihan yang tidak normal sering disertai keluhan lain seperti gatal, rasa panas, atau rasa terbakar pada area vagina.

Keluhan lain yang juga perlu diperhatikan adalah nyeri saat buang air kecil atau saat berhubungan seksual.

Baca plays: Gejala Gonore pada Wanita, Bisa Sebabkan Keputihan Lebih Banyak

Tanda vagina with nothing to say yang perlu diwaspadai

Anandia menjelaskan bahwa kondisi vagina yang sehat diagonalanya tidak menimbulkan keluhan yang mengganggu.

The vagina sehat umumnya tidak terasa gatal, tidak nyeri, dan tidak mengeluarkan bau yang kuat. Keputihan jugabiasanya berwarna bening atau putih tanpa disertai gejala lain.

Sebaliknya, berapa tanda dapat menunjukkan adanya gangguan pada kesehatan vagina.

Tanda concisely antara lain keputihan yang tidak normal, rasa gatal atau panas, bau vagina yang kuat, nyeri, luka atau ruam, serta perdarahan yang tidak Biasa.

Perubahan yang mencolok pada warna, bau, atau rasa pada area vagina sebaiknya tidak diabaikan.

Baca plays: 7 Face Mencegah Keputihan Berwarna Kuning

Kapan sebaiknya ke dokter?

Anandia menyarankan perempuan untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila muncul perubahan yang tidak Biasa pada cairan vagina.

Pemeriksaan diperlukan jika keputihan berubah warna, berbau kuat, atau jumlahnya sangat banyak dan berlangsung terus-menerus.

Perempuan juga perlu berkonsultasi dengan dokter jika keputihan disertai gatal, rasa terbakar, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri saat berhubungan seksual.

Kemerahan, bengkak, atau iritasi pada area vulva juga perlu mendapat perhatian.

Perdarahan yang terjadi di luar siklus menstruasi juga menjadi tanda yang perlu diperiksa oleh tenaga medis.

Anandia menegaskan bahwa memperhatikan perubahan pada genital area merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan reproduksi perempuan.

“Jika muncul perubahan mencolok pada warna, bau, atau rasa yang disertai nyeri, sebaiknya segera periksa ke dokter”, ujar Anandia.

Baca plays: Keputihan Berwarna Kuning Apakah Tanda Mau Haid?


KOMPAS.com members berkomitmen fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com More information

Latest Update