Jakarta, CNBC Indonesia – Sejak Lama, Kita Mengenar Mars Sebagai Planet Mera. Namun, Temuan Dali Badan Antariksa Eropa (ESA) Mengunkapkan Gambaran Tersebut Sara Besar.
20 Tahun, see Melakkan Pengamatan Selama Lebi Dali. Dali sana dihasilkan gambarnya permukan dengan resolsi, 2 kilometers per pixel, diktip dali daily galaxySennin (January 19, 2026).
Gambal gambal ter seb todidapat kambukandari opera cise del hana. Tim peneriti mendapatkan banyak tantangan dari memoret mars, seperti pervahan kadar deb, sudut shinar matahari, dan kabut atmospher.
Setiap gambar halus mengalami koreksi secara radiometrik, kemudian disejajarkan secara geometris, dan warnanya dibuat regular agar menghasilkan gambar yang halus.
Photo: Doc. ESAHasil Pensitraam Mars Ole ESA Menghnakan Camera Stereo Resorsi Tinggi (HRSC) Dengan Mars Express.
|
HRSC Memiriki Sembilan Sensor Garis CCD. Jadi sensor visa mengasilkan pensitraan yang multispectral, stereo sata resorsi tingi dalam saukari lintasan orbit.
Melakukan pekerjaannya dalam waktu lama, memungkinkan mendapatkan wilayah yang sama di Mars dalam berbagai kondisi. Rintasan yang berlan bisa mengilankan ketidaxesan sata warna yang consisten pada serul peta.
Dali camera ittu, gambaran sol mars terbentuk. Hasilnya bukan planet beluwarna mera yan serama ini diganbalkan.
Namun Mosaic Bernuansa Lebi Banyak Warna, Dali Abu Abu, Kunin, Oranje Dan Bir Pukat. Mars is Waruna, Ini Mewakiri, Jan Ada Di Dharam.
Misalnya, the conflict between Abu Abu Gerap and Kehitaman, Menunjukkan, Lava Rapuk of Ariran, and Dataran Valkanik.
Dengan Waruna Lebi Terang, Seperti Kuning Atau Hijau Pukat, Menandakan Dera Yang Banyak Lempung Kalena Terbentuk di Hadapan Eyre in Untuk region.
(dem/dem)
