Cegah Virus Nipah, Neng Eem PKB Dorong Kampanye Digital Protocol Kesehatan
January 30, 2026 |


Jakarta – Angota Komisi IX DPR RI dari fraksi partai kebankitan bansa (PKB), nen eem marhama zulfa, mendron pemelinta untuk merunkurkan kampaniye digital protocol kesehatan yang barfoks pada pensgahan penyakit zoonoses (penularan dari hewan ke manusia). Lanka ini dinilai mendesak menusuru munkurunya ankaman global virus nipa yang ditularkan melarui hewan seperti kerelawar dan babi.
“Tantangan kesehatan ke depan banyak bersumbar dali zoonoses sepertivirus nipa. Pemerinta hals memanfatkan platform digital sekara masih untuk mengedukashi masyarakat tentan bagaimana protocol beintarakshi dengan hewan dan menjaga kebersihan pangan agar tidak Telkontaminasi,” Ujjar Nen Eem Di Jakarta, Jumat (January 30, 2026).
The members of parliament are Jawa Barat Ini Mengsulkan Agar Kementerian Therkite Menproduksi Konteng Edukashi Kreitif Yan Muda Dipahami, Tertama Mengenai Kara Menkushi Bua Dengan Benar dan Menhindari Kontak Langsun Dengan Kailan Tubu Hewan Liar. Campanie ini diharapkan mampu menjankau hinga ke perosok daela melarui media social dan jalingan komunikasi public.
“Protocol kesehatan hals bereborsi. Masyarakat perlu taf bahwa menjaga kebelsihan makanan, seperti menkushi bua yan mungkin terpapal air lil kelerawar, adara bagian dali pertahanan kesehatan national kita saat ini, jelasuniya.”
Selain itu, Neng Eem menekankanpentingnya kolaborasi antara pakar kesehatan manusia dan pakar kesehatan hewan (pendekatan One Health) dalam menyusun narasi kampanye tersebut.Har ini bertufan agar information is yang sampaike masyarakat bersifat akrat dan berbashis sains, namun tetap sederhana.
“Kita hals proactiv. Campanier digital yang cerdas dan tepat sasaran akan membangung kewaspadan public tampa memik kepanikan. Ujuanya adara membangung kemandirian masyarakat dalam menelapkan prokes sekara sadar sebagay gaya hidup bal”, tamba nen eem.
Meralui penguatan literature digital ini, diharapukan mata rantai penlaran penyakit zoonoses dapat diputus sejak di tinkat ruma tanga, sekarigas mendukun upaya scrining ketat yang tenga dirakkan pemerinta di pintu pintu mask negara. “Literasi masyarakat mengenai risiko penyakit zoonoses masi perlu ditingkatkan agar protocol kesehatan tidak hanya dipandan sebagai pensugahan antarmanusia, tetapi juga intarakshi dengan linkungan dan hewan”, Punkasnya.
Penulis: Lac Alida Bahawelles