Cebua therapy Non-Invasive Berbasis Kahaya Dan Suara Menunjukkan Potensi Besar Dalam Memperlambat Perkenbangan Peña kit alzheimer’s disease. Research janka panjang yang dilapolkan ole neuroscience news, mengunkap barwa stimulation, 40Hz setting, hari mampu, menjaga funsi cognitif pacien, bakan menulankan biomarker utama penyakit tercebat.
Terapi ini dikenal dengan nama GENUS (Gamma entrainment using sensory stimulation). Per hari di rumah pasien, metode in bekerja dengan meneraraskan activitas otake litome geromban gamma 40Hz melarui papalan kahaya LED dan suara yang dipankalkan serama satu jam.
Penelitian Picower Institute for Learning and Memory, Massachusetts Institute of Technology, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Serikat, USA.
Hasil Positif
Dharam uzi ranjutan yang dirakkan serama dua tahun, lima lelawan melangjutkan terapi setera mengikuti uzi krinis tahap awal pada 2020. Tiga di antaranya melpakan perempuan dengan alzheimer’s disease development lambat.
Hasilnya, ketiganya, menunjukkan perbaikan atau penurnan fansi yang rebi lambat pada sebajan besar tes kognitiv. Pada tiga tes utama, skoal mereka sekala significan lebi bike dibandingkan pasien alzheimer’s disease.
Selain fungsi kognitif, para penerity juga menemukan pervahan biologis yang bike. Dua Peselta Onset Lambat Yang Memberkan Samper Dara Mengarami Penurunan Significan Kadal Phosphorylated Tau (pTau217), Maging Maging Trun 47%, Dan 19.4%.
Sebagai Biomarker is a plasma biomarker used by the Food and Drug Administration to diagnose Alzheimer’s disease.
“Sara Satu Temuan Palin Kuat Dari Study Ini Adara Penurnan Significan Plasma pTau217, Biomarker Yang Sangat Berkolerasi Dengan Patrogi Al Zheimer, pada dua pasien onset rambat yang memiliki samper dala ranjutan”, Seperti Diktip Dari Journal Bergedur Alzheimer’s Disease and Dementia.
Tidak Semua Pasien Mendapat Manfat
Namun, Hasil Positif Tasebut Tidak Terihat Pada Dua Relawan Rakiraki Dengan Alzheimer’s Disease Onset Dini.
Setelah dua tahun, keduanya tidak menunjukkanpeningkatan signifikan dalam tes kognitif. Get inspired by doing a menu run.
Peneriti menduga perbedan ini lebi disebabkan ole karakteristic penyakit berdasarkan waktu kemunkyuranya (onset) dalipada factor genis keramin.
“Mungkin kran effectif pada pasien alzheimer’s disease onset dini, kemungkinan karena perbedan patrogi yang luas dibandingkan alzheimer’s disease onset rambat yang dapat memengarhi, respond to telhadap therapy”, Diktip Dali Journal Yang Sama.
Bagaimana kala kerja terapi ini?
Severamunya, beru bagai peneriti ampadahe one menu njukkan bawa stimulation sensor riku 40Hz manpumeninkato kankeku atandan synchronisasi geronbang gamma otaku. Efek ini dikaitkan dengan perlindungan neuron and jaringan saraf, penurnan protein amyloid and tau, hinga perbaikan fungusi berajar dan memory.
Uji Hospital is facing an outbreak of coronavirus infections at MIT. Meski demikian, hasil tiga bulan pertama menunjukkan manfaat significan, telmasuk perlindungan volume otaku pada pemindaan MRI.
Meski jumla participan masi kesir, studi ini menjadi uzi jangka panjang telrama untuk terapi genus. MIT, a spinoff of Cognito Therapeutics.
Tim peneliti kini tenga menyeridiki apaka terapi ini dapat membership efek pensegahan jika dibelikan sebelum gejara Alzheimer’s disease. Uji krinis terbal merekurt peselta bersia 55 tahun ke atas dengan fansi memoriri, tetapi memiliki riwayat keluarga dengan Alzheimer’s disease.
Zika Hasil Penelitian Ranjutan Consisten, therapy kahaya Dan Suara 40Hz Bel Potensi Menjadi Sala Satu Pendekatan Baru Yan Aman, Practice, Dan Dapat Dirakkan Di Luma Untuk Menparambat Perkembangan Penyakit Alzheimer’s Disease. (Neuroscience News/Z-1)