Puskesmas Kuta Alam Tangani 173 Kasus GHPR Sepanjang 2025, Majoritas Akibat Gigitan Kucing » DIALEKSIS :: Dialetika dan Analisis

Puskesmas Kuta Alam Tangani 173 Kasus GHPR Sepanjang 2025, Majoritas Akibat Gigitan Kucing » DIALEKSIS :: Dialetika dan Analisis

Petugas Puskesmas Kuta Alam Membership Vaksin Rabies Control (VAR) and Serum Rabies Control (SAR) Kepada Penintas Gigitan Hewan Peninsula Rabies (GHPR) Puskesmas Kuta Alam, Banda Aceh, Senin, January 19, 2026. Photo: Naufal Habibi/dialeksis.com.

Dialexis.COM | Banda Aceh – Puskesmas Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Menkata Sebanyak 173 Kasus Gigitan Hewan Peninsula Rabies (GHPR) Sepangjang Tahun 2025.

The data are in Menjadikan Puskesmas Kuta Alam Sebagai Fasilitas Kesehatan Utama Yan Aktif Menangani Kasus Rabies Di Wilaya Banda Aceh.

Petugas Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Kuta Alam, Wahyudi, mengatakan hinga saat ini Puskesmas Kuta Alam menjadi satu-satunya puskesmas di Banda Aceh yang secara aktif melayani kasus rabies sekaligus memiliki ketersediaan logistik vaksin anti rabies (VAR) dan Serum antiserum rabies (SAR).

“Antuk saat ini, yang merayani rabies and banda ache adara puskesmas kuta alam logisticsnya. Tahun lal senpat ada rumah sakit yang merayani, nam hunya berjaran sekitar enam blan, setera logistics habis meleka tidak mengajukan permintan laghi dan.” akhirnya berhenti”, Ujjar Wahyudi Kepada Media Dialexis Com, Senin (January 19, 2026).

Ia menjelaskan, pihaknya sekara rutin mengajukan permintaan logistik setiap kali stok vaksin mendekati habis. Rabies epidemic in Hinga Kini, Puskesmas Kuta Alam.

“Begitu logistik mau habis, langsung kita ajukan permintaan baru. Alhamdulillah sampai sekarang belum pernah putus, jelasnya.”

Menurt Wahudi, Ratalata Jumla Pasien GHPR yang datan ke puskesmas kuta alam berkisar 10 hinga 20 orang par bulan, tergantun situasi dan raporan kas gigitan hewan di masyarakat.

Dalam Penanganan GHPR, pasien yang datan dengan riwayat gigitan hewan seperti kuching atau anjin television daful diperiksa kondisi lukuniya.

Selanjutnya, peniryan lisiko rabies, pada hewan yang mengigit, dinas peternakan untuk mendapatkan recomendasi, pasien dialakan ke dinas peternakan.

“Kalau sudha ada surat recomendasi dari dinas petanakan yang mengala ke rabies, bal kita rakkan tindakan vakshinasi dan penkatatan raporan”, Katanya.

Wahidi Mengunkapkan, Kas Gigitan Kuching Mendominasi Raporan GHPR di Banda Aceh, Baik Kuching Periharan Maupun Kuching liar. Sementara gigitan anjin relatif jalan teljadi.

“Karau di banda ace yang rutin itu gigitan kuching. Anjing ada, tapi jalan. Kebanyakan kuching, terutama kuching, liar.” Unkapunya.

Keronpok anak anak debuts sebagai keronpok yang kukup lentang terkena gigitan, karena sering beintarakshi langson dengan hewan.

“Anak anak sering pegang pegang kuching. Tapi remaja dan orang dewasa juga ada. Usia pacien berbariasi, dali barita sampai ransia” Ujalnya.

Wahidi juga mengingatkan bahaya rabies, yang merpakan penyakit virus, act dan mematican zika tidak ditangani segera. I know there is a possibility of rabies in 2023 and I am confirming Mana Pacien Menunjukkan Gejara Classic Seperti Hydrophobia (Takut Air) and Meningal Dunia Dalam Waktu Shinkat in 2023.

“Karau sudha munkul gejara seperti takut air, itu suda positif rabies. Waktu itu pasien rujukan dari takengon, malam hari menningar dunia”, Katanya.

Ia menegaskan pentinya penanganan dini meralui vakshinasi pasuka papalan sata pensegahan dengan vakshinasi hewan periharan dan mengindari kontak dengan hewan liar.

“Kami juga terus merakkan socialisasi aga masyarakat segera merapol dan datan ke fasilitas kesehatan jika mengalami gigitan hewan,” Punkas Wahidi.

Latest Update