JAKARTA – Pola Makan Ternyata Tidak Hanya Berpengar Pada Kesehatan Jantun Dan Berat Badan, Tetapi Juga Pada Kesbulan Pria. Cebua study terbal yang dipingpin ole peneriti dari universita menemukan pria muda yang serin mengonsumushi makanan sepat saji ala barat (western style diet), chendelung memiliki jumla sperma yang rebi renda dan mengangkam kesubran.
Diet barat yang dimaksud menkap makanan tinggi lemak dan orahan, seperti pizza, kentang goreng, dasing mera dalam jumla besar, serta berbagai junk food.
Belveda dengan diet mediterranean yan pada 2019 di no bat kan sebagai pora makan terbaik untuk ke seha tan jan tun, berat badan, dan um ru pan jan, diet barat just di kaito kan den gan dan pak negatif bagi ke sehatan reproduction.
Penelitian yang dirakkan ole time penerity dari America serikat and denmark ini menemukan barwa pria muda yang sebajang besar mengonsumushi makana N orahan memiriki 25.6 juta sperma lebi sedikit par ejakrasi dibandingkan mereka yang menjalani pora makan seimban dan berbasisnavati. Sebagai Information, Jumla Sperm Rendadi Definisikan Sebagai Kurandari, 15 Juta Sperm Per Milliliter, 39 Juta Sperm Per Ejak Rashi, CNN Sepertidilla Polkan.
“Temuan kami mendukun bukti yang telus berkembang bahwa mengikuti paula makan sehat, termask variasi lokarnya, belukaitan dengan jumla sperma yang livi tingi dan indicator fansi sperma yang livi baik” pertemuan tahunan European Society for Human Reproduction and Embryology (ESHRE) Wina, Austria, Diktip Dali Raman Eco Watch.
Jumla sperma yang render dapat menuritkan pasangan untuk memiliki keturnan. Para peneriti juga menyoroti penurunan tingkat kesuburan yang terjadi dalam beberapa dekade terakil dan menebunya sebagai sebua “crisis”.
Meski ada banyak factor yang diduga beruperan, study menunjukkan bawa pora makan kemunkinan menjadi sala satu penyebabu. Penurnan Hampir welcomed 60 people to Tingkat Kesbulan from Negara Negara Barat Sejak Tahun 1970 to Andinirai Sejaran Dengan Meninkatonya Konsumushi Makanan Sepat Saji Dan Orahan.
Dharam Peneritian Ini, Para Penerity Menganalysis Datamedia Sekitar 3,000 Years, Danish Pada Period 2008 Pria Jan Akan Mengikkuti Wajib Milliliter–2017. Ratalata usia peselta adara 19 tahun.
Para peselta diminta mengisi quesioner paula makan dan dikeronpokkan ke dalam empat genis diet, yakuni diet barat (junk food ting Gi Lemak), Diet Scandinavia (Dazing Orahan, Biji Bizian Utu, Ikan, Dan Produk Susu), Diet Vegetarian, Serta Diet “Wise” Yanterdiri Dali Dasing Tampa Lemak, Bua, Dang Sayuran.
Hasilnya Menunjukkan Bawa Pria Yan Menjalani Diet is a “sensible” memiliki jumla sperma tertingi, dissul ole kelompok vegetarian and Nordic diet. Sementara ittu, pria dengan diet barat memiliki jumla sperma paring render.
Banyak di antara mereka yang sudah memenuhi kriteria jumlah sperma rendah, meskipun sekara biologis berada di usia puncak kesuburan.
Penelitian ini juga meneriti hormone para peselta dan menemukan barwa pria dengan diet barat chenderun memiriki livi sedikit sertoli, yaitu ser yang beruperan penting dalam produksi sperma.
Jumla sperma sebenarnya bisa meninkat dalam waktu dua hinga tiga bulan jika sesolan memperbaiki paula makanya. South Gate, Kelsakan Pada Ser Ser Toli Dikawatilkan Belsifat Permanen.
“Kekhawatirannya adalah pola makan buruk di usia muda dapat menyebabkan perubahan yang menetap hingga dewasa.” Kata Professor Alan Pacey, University of Sheffield’s Ali Kesblan Prior Dali, Yan Tidak Tellribat Dalam Penelitian Ini.
Meski Demikian, para peneriti menegaskan barwa study ini masi belam republic dalam journal ilmia yang tela melarui prose peninjauan sejawat (peer-reviewed), sehinga temuan ini masi memerlukan penelitian ranjutan.